Organization a Presentation

Organizing Your Presentation 

1.      The Rule of Tell’em – Tell’em what you are going to Tell’em, tell it to them, and then Tell’em what you told them. Start with an introduction (including an “agenda” or set of goals for the presentation), provide the content, and summarize the presentation.

2.        2. Five Key Points – Research shows that most people attending a presentation will only remember five key points. You as the presenter should always keep in mind the five most important points/concepts/facts that they should remember. It helps to write your summary slide first. Once you visualize your key points, the presentation is easier to develop.

3.      Add Authority – Stick in a relevant quotation (hundreds of “quotation” sites on the web to help). Throw in a picture of the subject matter expert (even if it is you).  

4.      Be Selective – Use the minimum number of slides, for maximum impact. Ask yourself “is this slide really necessary, does it add or detract?”  

5.      Timing – Aim for an average of one slide every one to two minutes. Every slide must be on the screen for at least 10 seconds.

6.      Insert Interactivity – Consider where you might ask questions; anticipate and guide. You will want to engage your audience at least once every 10 minutes.  

7.      Followup – Add a final slide to remind you to thank the attendees, make yourself available (either e-mail or phone), and refer them to where the materials, speaker notes, and feedback tool are located.

 Developing Your Slides 

  1. Image readability (quality) is very important. Poor readability can spoil an otherwise interesting and informative presentation. Avoid scanned images.
  2. Use as few words as possible, and don’t just read them when you present! Fonts should be large (28 point), and never less than 18 point.  
  3. Dark backgrounds, light letters are easier on the eyes.  
  4. Stick to one font with different sizes, styles (bold, italics), and colors.  
  5. Avoid using sentences, highlight only key words of phrases.  
  6. Limit bullet points to six per page (yes that includes sub-bullets).  
  7. Order bullets by order of importance with the most important first.  
  8. Replace or supplement words with photos, clipart, graphic symbols, where possible.  
  9. Don’t spend all your time developing special effects or fancy graphics, remember your purpose is to communicate ideas and information, not to dazzle people.  
  10. Use pie charts for comparison of components, line charts for trends, bar charts to do both.  
  11. Avoid tables if possible, as they can be hard on audiences.

preposition linguistic

                       Prepositions A prepositions a word that expressis a relation between a noun or a pronoun and another word in the in the sentence.  The lion tamer stood inside the cage .[the preposition inside,tells where the lion tamer was in relation to the cage ]The lions behaved like tame kittens [the preposition,likes,expressis the similarity between lion and kittens] The preposition in italic type in the following list are used frequently in speaking and writing  

About thirty cents

Above the cloudsAcross the hallAfter the stormAgainst the wallAlong the fence Among the teacher        

around the tableat daybreakbefore the concertbehind the chairbelow the bridgebeneath the oakbeside the bandstand

     Some preposition,called compound prepositions,are made up of more then one word on the following list, are compound preposition are in italic type

According to the news

Aside from his successAs well as his keysBecause of the weatherBy means of questions

in spite of the score instead of television next to the houseon a count of the strike in front of the barn  

                  

puisi ciNta

CINTA

  mawarAKU bicara perihal Cinta????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu. 

 

khusus remaja

Dari Judulnya pasti pada tahu topik dari blog ini. Yep…gimana ya kalau pacaran hanya sekali saja? Beberapa orang mempunyai tipikal yang berbeda-beda. Ternyata banyak juga lho orang-orang penganut “Pacaran Cukup Sekali Saja”. Beberapa dari teman saya banyak yang menerapkan prinsip tersebut. Rata-rata orang seperti ini memutuskan pacaran ketika lulus kuliah, sudah bekerja atau bahkan setelah meraih gelar Master. Memang banyak yang bakal bilang “ngapain pacaran sekali? nanti rugi lho kedepannya” atau “nggak nyesel pacaran sekali?”

Orang yang memutuskan pacaran cukup sekali saja biasanya sangat picky alias pemilih. Karena mereka ingin berpacaran untuk ke jurusan lebih lanjut, maka mereka sangat memilih orang yang akan menjadi pasangan mereka. Hal ini dilakukan karena menurut mereka, pasangan tersebut akan dibawa untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi jangan heran kalau banyak orang-orang yang jomblo sampai sekarang (bahkan belum pernah pacaran), itu dikarenakan mereka sulit menentukan pilihan. Biasanya orang yang memegang prinsip ini lebih memilih pasangannya bukan berdasarkan fisik, melainkan kepribadiannya. Mereka mencoba mencocokan sifat, hobi atau hal lainnya yang akan membuat mereka awet untuk kedepannya. Dan tipe yang kayak begini jarang banget kena love at the first sight, karena biasanya mereka love at the second sight, third sight, or more.

Rugi ga kalo pacaran cuma sekali??

Yaaa…itu balik ke pribadi masing-masing. Apa mereka mampu pacaran sekali kemudian lanjut ke pelaminan? FYI aja, banyak teman-teman SMA saya yang pacaran sekali terus langsung married, sampai sekarang awet-awet aja tuh. Buat yang berasa ini salah satu pengalaman hidupnya, bisa bagi-bagi cerita atau tips-tips biar awet pacaran. Kalau kata temen saya, enaknya pacaran sekali, setelah married itulah masa-masa pacaran mereka dan itu malah fun banget. Ada juga yang pacaran sekali tapi bisa bertahun-tahun terus lanjut deh married. Beberapa orang yang mendambakan hal itu mungkin berpikir “Sulit ah pacaran cuma sekali. Khan kita mesti cari pengalaman biar tahu”. Tapi kita belum tahu kalau belum mencoba. Punya gebetan banyak sah-sah saja, tetapi tentunya pilihan harus jatuh ke satu orang. Hindari salah pilih yang bisa mengakibatkan umur pacaran menjadi singkat atau terjadi perselingkuhan. Daripada salah pilih, mending tengok kiri-kanan dan tentukan pilihan yang benar. Jangan sampai menyesal kemudian hari. Jadi, pacaran cukup sekali saja itu hanya berlaku untuk segelintir orang yang memegang prinsip itu. Apa kamu termasuk dari segelintir orang itu?

Tips-tips pacaran

Seks bebas tanpa nikah rupanya sudah menjadi kebiasaan dalam sebuah hubungan pacaran. Setidaknya itu yang terjadi di kalangan remaja jaman sekarang.

Kembali ke laptop masalah seks tadi. Mereka menganggap, pacaran tanpa seks itu nggak seru. Seperti kopi tanpa gula. What? Segitu pentingkah? Aku cuma bisa geleng-geleng kepala aja dengernya. 

Apa yang aku pikirkan?

Aku lantas berpikir, hal ini terjadi di kalanganku sendiri, yang cuma 7-8 orang. Apa di luar sana keadaannya sama? Jangan-jangan budaya ‘timur’ kita yang menganggap hubungan seks adalah hal yang sakral dan hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan sudah berganti menjadi budaya ‘binatang’ (aku lebih suka menyebutnya budaya binatang, daripada budaya barat) yang membolehkan hubungan seks asalkan didasari suka sama suka? Oh my god, mo jadi apa bangsa ini? Tanpa budaya seks bebas saja bangsa ini sudah banyak masalah. Pasti tambah banyak nih masalah sosial yang timbul gara-gara budaya sialan ini.

Kenapa sih ngurusin orang lain? Lagi stress karena jomblo?

Hmmm…ini bukan karena aku lagi jomblo, toh aku sekarang punya cowok yang baik, sabar, yang jelas sih prinsipnya nggak ada seks before married.  trus kritik-kritik orang lain yang punya pacar. Sekali lagi bukan. Ini semua karena aku prihatin dengan maraknya seks bebas di sekitarku. Dan kebetulan aku termasuk korban. D Inget, yang aku nggak suka tuh seks bebasnya, bukan pacarannya. Pacaran sih oke-oke aja selama nggak melibatkan syahwat. p Agree?

Tips-tips sukses terhindar dengan seks dalam pacaran.

Tips ini datang dari diriku sendiri. So far, aku berhasil menghindari hal-hal yang ‘diinginkan’ tersebut. Tips ini untuk semua gender.

  1. Hilangkan pikiran-pikiran negatif, terutama yang berkaitan dengan ‘hal itu’. Ingat, semua tindakan itu berawal dari niat dan niat itu ada di hati dan pikiran kita. So, clean it up at first.
  2. Jauhkan diri dari materi berbau pornografi. Klo nggak bisa, ya kurangi, jangan terlalu akrab. Aku nggak munafik, nggak menyangkal klo aku berkali-kali lihat film or gambar porno (biasa kan cowok p ). Tapi semua pas aku iseng, browsing koleksi file temen. Aku nggak pernah secara eksklusif browsing untuk cari materi itu. Ini ada hubungannya dengan tips nomer 1. Silahkan diartikan sendiri maksud aku.
  3. Hindari berduaan di tempat yang sepi dan untouchable oleh orang lain, misal kamar tidur, hotel, dll. Klo mo ke tempat wisata, pilih tempat ngobrol berduaan yang bisa dijangkau pandangan mata orang lain. Sehingga kontrol diri bisa maksimal karena merasa diawasi. Selama ini, aku lebih sering pacaran di tempat-tempat yang ramai, macam mall or kafe.
  4. Minimalisir kontak anggota badan pada saat berduaan seperti meraba, ciuman, dll. Ciuman adalah yang paling sulit dihindari. Biasanya bagian ini dominan cowok yang memulai. Tapi jika tips 1, 2 dan 3 dah dijalankan, mudah kok melakukan tips ke-4 ini.
  5. Nggak usah pacaran. D Ini nggak recommended loh. Dan sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan tips-tips ini. Cuman untuk melengkapi, biar pas 5 biji. Hehehhehe…D Tapi kalo mau dipraktekkan, ya silahkan. Untuk sementara, kamu menemani aku yang lagi jomblo. Inget, untuk sementara loh…

Silahkan dipraktekkan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Newer entries »