khusus remaja

Dari Judulnya pasti pada tahu topik dari blog ini. Yep…gimana ya kalau pacaran hanya sekali saja? Beberapa orang mempunyai tipikal yang berbeda-beda. Ternyata banyak juga lho orang-orang penganut “Pacaran Cukup Sekali Saja”. Beberapa dari teman saya banyak yang menerapkan prinsip tersebut. Rata-rata orang seperti ini memutuskan pacaran ketika lulus kuliah, sudah bekerja atau bahkan setelah meraih gelar Master. Memang banyak yang bakal bilang “ngapain pacaran sekali? nanti rugi lho kedepannya” atau “nggak nyesel pacaran sekali?”

Orang yang memutuskan pacaran cukup sekali saja biasanya sangat picky alias pemilih. Karena mereka ingin berpacaran untuk ke jurusan lebih lanjut, maka mereka sangat memilih orang yang akan menjadi pasangan mereka. Hal ini dilakukan karena menurut mereka, pasangan tersebut akan dibawa untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi jangan heran kalau banyak orang-orang yang jomblo sampai sekarang (bahkan belum pernah pacaran), itu dikarenakan mereka sulit menentukan pilihan. Biasanya orang yang memegang prinsip ini lebih memilih pasangannya bukan berdasarkan fisik, melainkan kepribadiannya. Mereka mencoba mencocokan sifat, hobi atau hal lainnya yang akan membuat mereka awet untuk kedepannya. Dan tipe yang kayak begini jarang banget kena love at the first sight, karena biasanya mereka love at the second sight, third sight, or more.

Rugi ga kalo pacaran cuma sekali??

Yaaa…itu balik ke pribadi masing-masing. Apa mereka mampu pacaran sekali kemudian lanjut ke pelaminan? FYI aja, banyak teman-teman SMA saya yang pacaran sekali terus langsung married, sampai sekarang awet-awet aja tuh. Buat yang berasa ini salah satu pengalaman hidupnya, bisa bagi-bagi cerita atau tips-tips biar awet pacaran. Kalau kata temen saya, enaknya pacaran sekali, setelah married itulah masa-masa pacaran mereka dan itu malah fun banget. Ada juga yang pacaran sekali tapi bisa bertahun-tahun terus lanjut deh married. Beberapa orang yang mendambakan hal itu mungkin berpikir “Sulit ah pacaran cuma sekali. Khan kita mesti cari pengalaman biar tahu”. Tapi kita belum tahu kalau belum mencoba. Punya gebetan banyak sah-sah saja, tetapi tentunya pilihan harus jatuh ke satu orang. Hindari salah pilih yang bisa mengakibatkan umur pacaran menjadi singkat atau terjadi perselingkuhan. Daripada salah pilih, mending tengok kiri-kanan dan tentukan pilihan yang benar. Jangan sampai menyesal kemudian hari. Jadi, pacaran cukup sekali saja itu hanya berlaku untuk segelintir orang yang memegang prinsip itu. Apa kamu termasuk dari segelintir orang itu?