Jadilah Orang SabAR

Tips Cara Menghadapi, Mengatasi dan Mengobati Stress atau Tension…

Setiap hari, ada saja peristiwa yang menguji kesabaran dan menekan jiwa kita. Anak kita membandel, suami acuh tak acuh, isteri ngomel, teman kita menghina dan mengumpat, bisnis tidak menguntungkan bahkan malah terancam bangkrut, saham jatuh, tidak lulus ujian dan lain-lain lagi. Begitulah nasib kita manusia. Sejauh mana pun kita coba untuk mengelak dari perkara-perkara yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita, hal-hal tadi tetap akan terjadi juga.

Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan, sedikit pun kita tidak ada kuasa untuk menolak ketentuan Tuhan. Kalau Tuhan ingin kita sakit, walau bagaimana pun kita coba menjauhi penyakit, kita tetap akan jatuh sakit. Kalau Tuhan tidak mau kita jadi kaya, walau bagaimana pun kita mengusahakan kekayaan, ia tidak akan dimiliki juga. Dan memang usaha manusia itu tidak dapat menentukan hasil akhir atau tidak memberi bekas sedikitpun .

Lantas, persiapan apa yang perlu kita buat untuk menghilangkan stress ketika menghadapi pelbagai bentuk nasib malang yang pasti menimpa kita? Dintaranya ialah:

1. Mengenal diri kita sebagai penerima nasib malang dan juga mengenal Tuhan sebagai pemberinya .
Kita harus kenal bahwa diri kita adalah hamba ciptaan yang sangat lemah dan tidak punya apa-apa. Malah dalam penciptaan diri kita sendiri, kita tidak ada campur tangan, tidak ada saham, sama sekali tidak keluar modal. Keputusan untuk mencipta diri kita pun semuanya ditentukan oleh Tuhan. Selain seluruh badan kita yang begitu unik dan kompleks ini, Tuhan jugalah yang memberi kita daya upaya, fikiran dan perasaan. Lantaran itu, apabila Tuhan timpakan sesuatu kesusahan ke atas diri kita, inilah peluang untuk kita sadar bahwa diri kita adalah hamba yang lemah dan tidak punya kuasa apa-apa . Mungkin selama ini kita sudah merasa berkuasa,me rasa mampu dan merasa pandai dan bisa, sehingga kita lupa untuk bergantung dan berharap kepada Tuhan.

2. Setiap takdir Tuhan ke atas kita, selain kekufuran, semuanya mengandung hikmah dan pelajaran .
Antaranya ialah:
a. Kalau Tuhan sekali-sekali menyakitkan kita, sudah tentu ada maksud yang baik dari Tuhan .

Antara maksud-maksud baik Tuhan ialah Dia ingin menghapuskan dosa kita, Dia ingin kita insyaf di atas kelemahan diri kita, Dia ingin kita ingat-ingat kesalahan kita dan memperbaikinya serta bertaubat, Dia ingin kita merasakan penderitaan orang lain agar kita menjadi orang yang lebih prihatin dan simpati. Dia juga ingin kita lebih bergantung dan berharap kepada-Nya.

b. Kalau Tuhan sekali-sekali memiskinkan kita, tentu ada maksud pendidikan juga .
Mungkin Dia ingin kita mendapat pahala sabar karena miskin. Dia ingin kita merasakan penderitaan orang miskin. Dan tentunya Dia ingin kita meneliti kembali segala tindak-tanduk kita, apakah kita sudah melakukan suatu kesalahan dan kesilapan yang menyebabkan Tuhan tidak membantu kita.

c. Begitu juga apabila kita sekali-sekali dibuat terhina .
Mungkin Tuhan ingin kita bertaubat karena kita pernah menghina atau menzalimi orang lain ataupun Dia ingin mengungkai rasa sombong yang bersarang di dalam hati kita. Atau Tuhan sengaja memberi kesusahan itu karena Dia ingin mengangkat darjat kita di sisi-Nya.

d. Apabila berhadapan dengan ujian, waktu itu akan terlihat jelas penyakit-penyakit hati yang masih bersarang di dalam hati kita, seperti sombong, pemarah, hasad dengki, dendam dan lain-lain lagi .
Penyakit hati ini mungkin tidak dapat kita rasakan atau tidak dapat kita kesan dalam suasana yang tenang dan nyaman, tetapi sifat jahat tadi akan terasa dan terlihat apabila hati kita tertekan. Penyakit-penyakit inilah yang membuat kita stress. Apabila sedang stress, barulah kita tahu siapa diri kita sebenarnya. Kalau sebelum ini nampak lemah lembut, bila stress kita bisa jadi marah-marah tak tentu arah. Kalau selama ini nampak sabar, tetapi bila stress kita dapat bertindak di luar batasan.

Pendek kata, segala sesuatu yang ditimpakan ke atas kita adalah untuk kebaikan diri kita. Dia ingin mendidik kita agar kita kembali kepada-Nya sebagai hamba yang diredhai-Nya. Dengan ini, kita akan selamat dari kemurkaan-Nya.

3. Hendaklah pandai menerima ketentuan dan takdir Tuhan secara positif supaya hati kita akan tenang dan kita juga akan mendapat hasil yang positif darinya .
Sebaliknya, kalau kita menerimanya secara negatif, hati kita akan tertekan dan stress dan sudah tentu kita juga akan mendapat hasil yang negatif.

Contohnya:
Kita ditakdirkan mendapat anak-anak yang nakal, atau teman-teman yang menyebalkan. Setiap hari, ada saja kelakuannya yang sangat mengganggu kita.
Kalau kita menerimanya secara positif, kita akan berkata kepada diri kita, Karena dosa akulah anak-anak aku ini nakal. Allah buat seperti ini untuk membersihkan dosa-dosa yang sudah aku lakukan.

Ataupun kita boleh berkata begini, Tuhan memberi aku ujian ini untuk memberi aku pahala sabar. Kalau aku sabar, bukan saja aku akan dapat ganjaran di sisi Tuhan tetapi yang lebih penting, aku dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kalau begini penerimaan kita, tentulah kita tidak akan marah-marah atau ngomel dan menghukum anak di luar batasan atau mengamuk-ngamuk kepada suami kita. Sebaliknya, kita akan terus-menerus menasihatinya dengan baik dan mendoakan anak kita agar dia menjadi anak yang soleh satu hari nanti. Dan biasanya, berkat prasangka baik kita kepada Tuhan, anak itu akan menjadi anak yang baik apabila dia besar.

Ini selaras dengan firman Tuhan yang maksudnya:
Aku di atas prasangka hamba-hamba-Ku ke atas-Ku.

Penerimaan yang negatif adalah jika kita merungut-rungut karena nasib yang ditimpakan itu, kita akan bersikap marah-marah serta melepas geram dengan menghukum anak serta terbawa-bawa sikap marah itu kepada orang lain.

Hati kita mungkin berkata, Kenapa Tuhan berikan aku anak yang senakal ini, atau kita akan berkata, Tak ada gunanya dapat anak seperti ini. Bukannya menyenangkan,malah menyusahkan saja.

Akibat didikan yang kasar itu serta sangkaan-sangkaan yang buruk terhadap Tuhan, anak itu bila besar kelak akan menjadi anak yang tidak baik akhlaknya. Stress yang kita hadapi bila anak itu kecil akan terus kita hadapi sehingga dia besar. Bukan saja anak yang rugi, kita juga akan turut rugi. Ini semua karena buruk sangka kita dan tidak pandainya kita menerima takdir Tuhan.

Lantaran itu, terimalah segala takdir Tuhan dengan sebaik-baiknya. Anggaplah setiap takdir itu sebagai didikan langsung dari Tuhan dengan penuh kasih sayang. Dengan sikap begini, hati tidak akan stress, kita dapat menambah rasa kehambaan serta dapat pula mengungkai sifat-sifat yang tidak baik dalam diri kita dengan lebih cepat. Malahan kita juga tidak akan mengakibatkan kesan negatif kepada orang di sekeliling kita.

  1. Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang…Maksudnya adalah tenang dengan dunia, tenang menghadapi segala masalah yang ada. Karena orang yang hatinya senantiasa bersama Tuhan, dia yakin bahwa disebalik itu semu terkandung hikmah yang tak terhitung banyaknya.

Tetapi yang dia susahkan dan bimbangkan adalah dosa-dosanya terhadap Tuhan, takut kalau2 tidak redha, tidak sabar dengan ketentuanNya, takut dengan nasibnya di akhirat. Karena sesungguhnya hati wali2 Allah ( orang berTaqwa itu ) tidak ada ketakutan sedikitpun terhadap dunia.

Jika hati tidak kenal Allah, ya seperti cartoon itu lah…dia tidak kuat menghadapi tension atau himpitan permasalahan dunia, hakikatnya hatinya sudah lepas pergantungan dari Tuhan.Lalu pengennya marah2, benci dengan orang lain, pengen mukul orang, pengen menghina orang, pengen mecahin barang2,ahkan sampai bunuh diri etc.Orang jadi serba salah dibuatnya…

sabar itu walaupun dalam hati kita menjerit tetapi tak sampai kelihatan di wajah, sikap dan kata-kata. Orang yang sabar itu terkorban perasaannya, justru itulah Allah anugerahkan bighairi Hisab ( pahala tanpa hisab ).

Redha, apalagi syukur..sungguh susah, apapun yang ditimpakan kepadanya dia senantiasa redha. Contoh nabi Ibrahim, dibakar 40 hari 40 malam tak sekalipun berdoa minta dikeluarkan dari api, sebab malu dengan Tuhan

saya baru kali ini merasakan penderitaan jiwa dan fikiran yang berlarut – larut terasa hebat sekali masalah yg satu ini, akupun baru kali memvonis bahwa masalah ini sulit untuk dipecahkan.Dulu ak yang merasa hebat krn aku rajin membaca buku2 filosofi & biografi orang- orang besar dari orang2 barat..,,tp sekarang ak tak berdaya, ak merasakan begitu lemah dan tak berdaya diri ini…alhamdulillah setelah membaca web ini, ak berangsur -angsur dapat berusaha selalu mendekatkan diri kepada Penciptaku ..Alloh SWT….terimakasih …

Alhamdulillah andri, masalah itu hakikatnya datang dari Tuhan, maka untuk menyelesaikannya kita perlu merujuk pada aturan Tuhan. Aturan Tuhan yang dibawa oleh orang2-Nya [Nabi, Rasul, dan Para Mujaddid ulama2 pewaris nabi dan rasul]

Sebetulnya, kalau kita fahami, masalah itu sebenarnya adalah suatu bentuk kasih sayang Tuhan.Suatu panggilan kasih sayang dari Tuhan. karena apabila didatangkan masalah pada kita,lalu kita udah mentok, maka kita tak dapat lari kemana2 selain kepada Tuhan. Itulah yang Tuhan mau dari kita hamba2Nya ini.Key wordnya adalah kembali refer dan surrender kepada Allah SWT.

Terimaksih kembali sudah berkunjung kesini ya.. )sabar memang susah, tapi kalau kita bersungguh-sungguh ingin mengendalikan emosi kita sebenarnya tidaklah susah. yang penting juga diimbangi dengan sholat dan berdo’a

Sabar adalah ibarat tameng, sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar dalam meninggalkan apa yang dilarang Allah, dan sabar dalam ujian. Bahkan untuk solat dan berdoa pun kita perlukan kesabaran.

sabar adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. jika kita slalu sabar maka Allah senantiasa akan memberikan jalan yang terbaik untuk masalah2 kita. ketahuilah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaaan kepada umatnya melebihi batas kemampuan umatnya. setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya.jadi dibikin enjoy ajalah!!!! hebat donk kalau udah bisa enjoy dengan ujian !? )kayak cerita orang2 soleh jaman dulu aja. Mereka kalau dikasih ujian malah terhibur, karenan ujian itu mereka rasakan sebagai penghapusan dosa dan juga bentuk perhatian/kasih sayang dari Tuhan…

Kita sama2 doa agar kedua negeri boleh bersatu & saling bantu-membantu atas nama Islam, dalam ikatan Tali Allah, bukan lagi atas nama etnik, negara, politik, geografis, dsb…Becoz Islam is the universal way of life, kan…?

Kite ni, [saya lah]? masih jauh la dari standard orang2 Tuhan [ahlullah], tercucuk duri sikit saja masih “ADUH!!” Lagilah apabila diuji yang berat2…cam mna gaknya.

sabar….emh…ternyata…perlu banyak pengorbanan. di usiaku yang seemakin bertambah, aku merasakan tanggungjawab yang bertambah besar..entah, entah apa rencana Allah..saat kuingin menghindar dari tanggung jawab yang baru..hati nuraniku selalu mendorong untuk mengambil tanggungjawab itu. terkadang kurasakan sesak yang teramat..yang tak pernah kurasakan di tahun sebelumnya..tak kadang aku berputus asa..tapi sepertinya Allah kembali menyembuhkan keputusasaanku..mungkin ini jawaban do’aku..saat kuminta ingin jadi orang yang bertanggungjawab, cerdas dan bijaksana…maka Allah memberikan aku segudang tanggungjawab yang harus aku selesaikan dengan mengoptimalkan semua potensiku secara cerdas dan bijaksana.

SWT, karena hanya Dialah tempat bergantung semua makhluk..Terima kasih Saya ucapkan kepada situs ini yang telah membuka mata hati Saya yang selama ini mungkin kurang bersyukur dan jauh dari ajaran Allah SWT… kembali kepada Allah….itu adalah kata pamungkas ketika kita sudah tersudt tak tahu lagi harus berbuat apa. Yach…kita memang lebah tiada daya dan upaya. Sungguh tiada kekuatan kecuali dari Allah.

Kembali kepada Allah….itu adalah kata yang mudah diucapkan. Akan tetapi amat sulit di amalkan.

Untuk mengamalkannya (berjalan kembali kepada Allah) kita perlu guru yang membimbing kita. Guru sejati, guru mursyid, guru yang tahu secaa pasti kondisi hati kita dan memiliki resep untuk membawa kita kembali menempuh jalan menuju Allah.

CArilah guru mursyid, guru yang bisa memimpin perjalanan hati kita menuju Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: