first Love

Everyone can see

There’s a change in me

They all say I’m not the same

Kid I use to be
Don’t go out and play

I just dream all day

They don’t know what’s wrong with me

And I’m too shy to say
It’s my first love

What I’m dreaming on

When I go to bed

When I lay my head upon my pillow

Don’t know what to do
My first love

He thinks that I’m too young

He doesn’t even know

Wish that I could tell him what I’m feeling

’cause I’m feeling my first love
Mirror on the wall

Does he care at all

Does he ever notice me

Does he ever found
Tell me teddy bear

My love is so unfair

Will I ever found away

An answer to my pray

For my first love…

Iklan

Life is like That

Pikiran ku terusik oleh rangkaian kata itu, “Hidup Tanpa Penyesalan”. Bisakah melakukannya? Selalu saja ada hal yang kita sesali. Baik itu perkataan yang diucapkan, tindakan yang dilakukan, pilihan yang diambil, bahkan atas kejadian yang sebenarnya bukan atas kuasa kita.

Hidup tanpa penyesalan, berarti tidak melakukan sesuatu yang kelak akan mendatangkan penyesalan. Tiada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari. Bisa jadi penyesalan hari ini tidak bisa lagi diperbaiki, sebab kesempatan itu telah berlalu, atau bahkan tidak pernah tiba. Justru menambah dalam penyesalan. Karena itu senantiasa melakukan tindakan yang terbaik adalah keharusan. Menjalani hidup sebaiknya hari ini, demi kebaikan di masa yang akan datang.

Menjalani hidup tanpa penyesalan memang tidak mudah. Lalu bagaimana bila penyesalan itu akhirnya terjadi?

Bila penyesalan itu tanpa bisa dihindari timbul, maka ada dua pilihan yang bisa diambil. Pertama tenggelam semakin dalam pada lautan penyesalan. Menyiksa diri lebih lanjut. Atau yang kedua, yang merupakan suatu hal penting yang harus selalu kita ingat, yaitu menyadari bahwa segala sesuatu yang telah terjadi pada diri, baik atau pun buruk, itu adalah yang terbaik untuk kita.

Inilah indahnya hidup yang kita jalani. Sesungguhnya tiada ciptaan-Nya yang sia-sia (Q.S Ali ‘Imran 191). Bila hal ini telah tertanam di hati, maka kita dapat melihat bahwa terdapat hikmah pada segala hal. Bahkan pada suatu kemalangan yang menimpa. Karena ujian hidup merupakan sarana pendidikan dari Allah, agar menjadi manusia yang lebih baik.

Jadi, ternyata sederhana sekali cara untuk menjalani hidup tanpa penyesalan itu. Cukup jalani hidup dengan sebaiknya. Dan ketika cobaan itu datang, jadikan batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lalu adakah hal yang masih patut disesali?

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman)

Persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Memilih PT (Perguruan Tinggi)

Memilih Perguruan Tinggi

 BARU saja pusing akibat UAN yang standarnya tinggi, calon lulusan SMA dihadang masalah yang bikin tambah pusing. Mau ke mana setelah lulus? Yuk, kita pikirkan bareng. Wadoh… mau nerusin kuliah apa yaPertanyaan ini kerap terlontar begitu seragam putih abu-abu siap ditanggalkan.“Pasti bingunglah, mau masuk apa. Mau milih arsitek, teknik mesin, hukum, atau ekonomi, lulusannya sudah banyak,” kata Lala, Mahasiswi PTS. Cewek yang hobi Dengerin musik ini akhirnya sudah mendaftar ke PTS di STKIP CImahi. Namun, tetap mengharap bisa masuk Universitas Indonesia (UI) Fakultas Teknik Psikologi, sebuah jurusan yang diinginkan. Itu pun setelah “konsultasi bakat” ke seseorang di Bandung yang bisa melihat melalui tulisan tangan.Enggak salah kalau calon-calon lulusan SMA ini bingung. Sebab, yang sudah kuliah pun bisa merasa salah jurusan. Setidaknya itu yang dirasakan Aca, 19 tahun. Lulusan SMU Pembangunan Jaya, Jakarta, yang kenal dari chatting hehe.., ini sudah mengecap bangku perguruan tinggi negeri. Ia diterima di Jurusan Sastra Jepang Universitas Indonesia, namun baru satu semester merasa enggak cocok. Akhirnya, ia memutuskan keluar dan kini sedang mendaftar ke jurusan ilmu komunikasi massa di London School, Jakarta.“Waktu lulus SMU sudah pasti banget, yakin ambil sastra Jepang. Eh, setelah keterima, rasanya potensiku tidak tergali di sana. Waktu kelas dua SMU kan aku pernah ikut tes bakat, disarankan ambil disain interior atau komunikasi massa. Benar juga setelah merasakan kuliah satu semester, sepertinya jurusan komunikasi lebih menarik. Ada ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat memilih kuliah, seperti diuraikan berikut.Dapat perguruan tinggi (PT) yang mutunya bagus memang perlu. Tapi faktor utama yang perlu dipertimbangkan sebelum itu, kita harus tahu apa jurusan yang paling cocok dengan minat dan bakat kita. Kalau enggak, kuliah bisa keteteran. Buat yang selama ini aktif di organisasi atau ekstra kurikuler (eskul), mungkin enggak susah menentukan minatnya. Atau coba minta saran dari orang sekitar, yang mungkin bisa melihat potensi kita.Memang faktor utama yang harus dipertimbangkan adalah minat kita. Hampir bisa dipastikan tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika bertentangan dengan minatnya. Saran orang lain boleh dipertimbangkan. Tapi, kitalah yang akan menjalani proses kuliah bertahun-tahun ke depan. Jadi, keputusan tetap di tangan kita.Untuk yang merasa telat menggali minat selama ini, bisa datang ke lembaga psikologi terapan buat tes minat dan bakat. Arahkan pemilihan perguruan tinggi ke program studi sesuai minat dan bakat. Dari situ, cari info untuk menjajaki kira-kira dari sekian saran, mana yang kita mampu dan enjoy menjalaninya.Mengumpulkan informasi jurusan yang kita incar itu perlu. Modal nekat hanya akan membuat kita bengong di kampus, enggak ngerti apa-apa. Misalnya, mentang-mentang sekarang zamannya internet, kita main pilih jurusan Sistem Informatika. Sebab, kita merasa hobi bergaul sama komputer apalagi chatting. Selama ini senang main games dan utak-atik komputer, dipikir kuliahnya akan seperti itu. Begitu masuk kuliah, dorrr…! Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan berbagai komponen biaya. Mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS (satuan kredit semester), uang pratikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang fasilitas kemahasiswaan. Belum lagi biaya indekos (kalau jauh dari rumah), biaya fotokopi, transpor, dan buku.Sebelum mendaftar, tanyakan semua biaya yang harus kita bayar dan cara pembayarannya. Ada uang gedung yang boleh diangsur beberapa kali, ada yang bayarnya lebih ringan jika tes masuk kita masuk peringkat atas. Pokoknya masalah biaya ini perlu diperhitungkan semua agar kita tak terancam putus sekolah.Tentu saja kita juga perlu memperhitungkan globalisasi, yang menuntut standar tingkat dunia. Untuk memperkaya bidang, perhatikan kemampuan berbahasa asing (bukan cuma bahasa Inggris), sampai keterampilan teknologi. Pokoknya, asah prediksi untuk mengantisipasi masa depan. Diskusi sama teman-teman dan orang yang ahli membantu kita untuk optimistis mengatur rencana.Pikirkan reputasi PT yang kita pilih. Apakah secara umum dikenal sebagai PT yang baik? Fasilitasnya lengkap enggak? Kalau perlu cari tempat kuliah yang lulusannya jadi rebutan perusahaan pemakai, atau banyak yang berhasil mandiri. Banyak pengusaha yang senang merekrut lulusan almamaternya.Untuk soal fasilitas, enggak ada salahnya kita mencoba menanyakan kapan mahasiswa berkesempatan menikmati fasilitas canggih yang disediakan. Jangan-jangan cuma beberapa kali saja, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja.Buat yang enggak diterima di negeri, status akreditasi merupakan faktor penting dalam menilai perguruan tinggi swasta (PTS) . Sebab, ini menunjukkan mutu PTS dalam menyelenggarakan program studi. Jangan terjebak sama status disamakan dari suatu PTS. Enggak ada istilah PTS disamakan. Yang benar, status akreditasi diberikan pada program studi. Misalnya, suatu PTS punya lima program studi, masing-masing jenjang S-1 dan D-3. Perhatikan mana program studi yang dapat status disamakan, dan untuk jenjang yang mana? Kalau cuma dua dari program studi yang disamakan, bukan berarti PTS tersebut statusnya disamakan.Apa pentingnya status akreditasi? Status ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, seperti menyelenggarakan ujian negara dan menerbitkan ijazah. Kalau sudah disamakan, mahasiswanya enggak usah lagi ikut ujian negara yang dilaksanakan Kopertis, dan ijazahnya cukup disahkan oleh PTS tempat kita kuliah.Lalu, karena kualitas keilmuan kita ditentukan juga oleh dosen, perhatikan rasio dosen yang dimiliki. Undang-undang perguruan tinggi mensyaratkan tingkat perbandingan antara dosen tetap dan mahasiswa 1:30 untuk bidang studi IPS, dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Sebelum mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S-2, S-3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor.Terakhir, pendidikan di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan. Yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, yang profesional menekankan keahlian di bidang tertentu. Lulusan diploma dipersiapkan untuk langsung masuk dunia kerja. Jalur akademik masa kuliahnya sekitar delapan semester, sedangkan D-3 enam semester.Balik pada soal kebingungan Lala, lulusan di suatu bidang mungkin sudah jenuh. Tapi bukan berarti kita enggak bisa berhasil. Langkah awal dimulai dengan memilih kuliah yang tepat. Dengan begitu, separuh keberhasilan sudah di tangan. Ayo, semangat ya!

Organization a Presentation

Organizing Your Presentation 

1.      The Rule of Tell’em – Tell’em what you are going to Tell’em, tell it to them, and then Tell’em what you told them. Start with an introduction (including an “agenda” or set of goals for the presentation), provide the content, and summarize the presentation.

2.        2. Five Key Points – Research shows that most people attending a presentation will only remember five key points. You as the presenter should always keep in mind the five most important points/concepts/facts that they should remember. It helps to write your summary slide first. Once you visualize your key points, the presentation is easier to develop.

3.      Add Authority – Stick in a relevant quotation (hundreds of “quotation” sites on the web to help). Throw in a picture of the subject matter expert (even if it is you).  

4.      Be Selective – Use the minimum number of slides, for maximum impact. Ask yourself “is this slide really necessary, does it add or detract?”  

5.      Timing – Aim for an average of one slide every one to two minutes. Every slide must be on the screen for at least 10 seconds.

6.      Insert Interactivity – Consider where you might ask questions; anticipate and guide. You will want to engage your audience at least once every 10 minutes.  

7.      Followup – Add a final slide to remind you to thank the attendees, make yourself available (either e-mail or phone), and refer them to where the materials, speaker notes, and feedback tool are located.

 Developing Your Slides 

  1. Image readability (quality) is very important. Poor readability can spoil an otherwise interesting and informative presentation. Avoid scanned images.
  2. Use as few words as possible, and don’t just read them when you present! Fonts should be large (28 point), and never less than 18 point.  
  3. Dark backgrounds, light letters are easier on the eyes.  
  4. Stick to one font with different sizes, styles (bold, italics), and colors.  
  5. Avoid using sentences, highlight only key words of phrases.  
  6. Limit bullet points to six per page (yes that includes sub-bullets).  
  7. Order bullets by order of importance with the most important first.  
  8. Replace or supplement words with photos, clipart, graphic symbols, where possible.  
  9. Don’t spend all your time developing special effects or fancy graphics, remember your purpose is to communicate ideas and information, not to dazzle people.  
  10. Use pie charts for comparison of components, line charts for trends, bar charts to do both.  
  11. Avoid tables if possible, as they can be hard on audiences.

preposition linguistic

                       Prepositions A prepositions a word that expressis a relation between a noun or a pronoun and another word in the in the sentence.  The lion tamer stood inside the cage .[the preposition inside,tells where the lion tamer was in relation to the cage ]The lions behaved like tame kittens [the preposition,likes,expressis the similarity between lion and kittens] The preposition in italic type in the following list are used frequently in speaking and writing  

About thirty cents

Above the cloudsAcross the hallAfter the stormAgainst the wallAlong the fence Among the teacher        

around the tableat daybreakbefore the concertbehind the chairbelow the bridgebeneath the oakbeside the bandstand

     Some preposition,called compound prepositions,are made up of more then one word on the following list, are compound preposition are in italic type

According to the news

Aside from his successAs well as his keysBecause of the weatherBy means of questions

in spite of the score instead of television next to the houseon a count of the strike in front of the barn  

                  

puisi ciNta

CINTA

  mawarAKU bicara perihal Cinta????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu. 

 

khusus remaja

Dari Judulnya pasti pada tahu topik dari blog ini. Yep…gimana ya kalau pacaran hanya sekali saja? Beberapa orang mempunyai tipikal yang berbeda-beda. Ternyata banyak juga lho orang-orang penganut “Pacaran Cukup Sekali Saja”. Beberapa dari teman saya banyak yang menerapkan prinsip tersebut. Rata-rata orang seperti ini memutuskan pacaran ketika lulus kuliah, sudah bekerja atau bahkan setelah meraih gelar Master. Memang banyak yang bakal bilang “ngapain pacaran sekali? nanti rugi lho kedepannya” atau “nggak nyesel pacaran sekali?”

Orang yang memutuskan pacaran cukup sekali saja biasanya sangat picky alias pemilih. Karena mereka ingin berpacaran untuk ke jurusan lebih lanjut, maka mereka sangat memilih orang yang akan menjadi pasangan mereka. Hal ini dilakukan karena menurut mereka, pasangan tersebut akan dibawa untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi jangan heran kalau banyak orang-orang yang jomblo sampai sekarang (bahkan belum pernah pacaran), itu dikarenakan mereka sulit menentukan pilihan. Biasanya orang yang memegang prinsip ini lebih memilih pasangannya bukan berdasarkan fisik, melainkan kepribadiannya. Mereka mencoba mencocokan sifat, hobi atau hal lainnya yang akan membuat mereka awet untuk kedepannya. Dan tipe yang kayak begini jarang banget kena love at the first sight, karena biasanya mereka love at the second sight, third sight, or more.

Rugi ga kalo pacaran cuma sekali??

Yaaa…itu balik ke pribadi masing-masing. Apa mereka mampu pacaran sekali kemudian lanjut ke pelaminan? FYI aja, banyak teman-teman SMA saya yang pacaran sekali terus langsung married, sampai sekarang awet-awet aja tuh. Buat yang berasa ini salah satu pengalaman hidupnya, bisa bagi-bagi cerita atau tips-tips biar awet pacaran. Kalau kata temen saya, enaknya pacaran sekali, setelah married itulah masa-masa pacaran mereka dan itu malah fun banget. Ada juga yang pacaran sekali tapi bisa bertahun-tahun terus lanjut deh married. Beberapa orang yang mendambakan hal itu mungkin berpikir “Sulit ah pacaran cuma sekali. Khan kita mesti cari pengalaman biar tahu”. Tapi kita belum tahu kalau belum mencoba. Punya gebetan banyak sah-sah saja, tetapi tentunya pilihan harus jatuh ke satu orang. Hindari salah pilih yang bisa mengakibatkan umur pacaran menjadi singkat atau terjadi perselingkuhan. Daripada salah pilih, mending tengok kiri-kanan dan tentukan pilihan yang benar. Jangan sampai menyesal kemudian hari. Jadi, pacaran cukup sekali saja itu hanya berlaku untuk segelintir orang yang memegang prinsip itu. Apa kamu termasuk dari segelintir orang itu?

Tips-tips pacaran

Seks bebas tanpa nikah rupanya sudah menjadi kebiasaan dalam sebuah hubungan pacaran. Setidaknya itu yang terjadi di kalangan remaja jaman sekarang.

Kembali ke laptop masalah seks tadi. Mereka menganggap, pacaran tanpa seks itu nggak seru. Seperti kopi tanpa gula. What? Segitu pentingkah? Aku cuma bisa geleng-geleng kepala aja dengernya. 

Apa yang aku pikirkan?

Aku lantas berpikir, hal ini terjadi di kalanganku sendiri, yang cuma 7-8 orang. Apa di luar sana keadaannya sama? Jangan-jangan budaya ‘timur’ kita yang menganggap hubungan seks adalah hal yang sakral dan hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan sudah berganti menjadi budaya ‘binatang’ (aku lebih suka menyebutnya budaya binatang, daripada budaya barat) yang membolehkan hubungan seks asalkan didasari suka sama suka? Oh my god, mo jadi apa bangsa ini? Tanpa budaya seks bebas saja bangsa ini sudah banyak masalah. Pasti tambah banyak nih masalah sosial yang timbul gara-gara budaya sialan ini.

Kenapa sih ngurusin orang lain? Lagi stress karena jomblo?

Hmmm…ini bukan karena aku lagi jomblo, toh aku sekarang punya cowok yang baik, sabar, yang jelas sih prinsipnya nggak ada seks before married.  trus kritik-kritik orang lain yang punya pacar. Sekali lagi bukan. Ini semua karena aku prihatin dengan maraknya seks bebas di sekitarku. Dan kebetulan aku termasuk korban. D Inget, yang aku nggak suka tuh seks bebasnya, bukan pacarannya. Pacaran sih oke-oke aja selama nggak melibatkan syahwat. p Agree?

Tips-tips sukses terhindar dengan seks dalam pacaran.

Tips ini datang dari diriku sendiri. So far, aku berhasil menghindari hal-hal yang ‘diinginkan’ tersebut. Tips ini untuk semua gender.

  1. Hilangkan pikiran-pikiran negatif, terutama yang berkaitan dengan ‘hal itu’. Ingat, semua tindakan itu berawal dari niat dan niat itu ada di hati dan pikiran kita. So, clean it up at first.
  2. Jauhkan diri dari materi berbau pornografi. Klo nggak bisa, ya kurangi, jangan terlalu akrab. Aku nggak munafik, nggak menyangkal klo aku berkali-kali lihat film or gambar porno (biasa kan cowok p ). Tapi semua pas aku iseng, browsing koleksi file temen. Aku nggak pernah secara eksklusif browsing untuk cari materi itu. Ini ada hubungannya dengan tips nomer 1. Silahkan diartikan sendiri maksud aku.
  3. Hindari berduaan di tempat yang sepi dan untouchable oleh orang lain, misal kamar tidur, hotel, dll. Klo mo ke tempat wisata, pilih tempat ngobrol berduaan yang bisa dijangkau pandangan mata orang lain. Sehingga kontrol diri bisa maksimal karena merasa diawasi. Selama ini, aku lebih sering pacaran di tempat-tempat yang ramai, macam mall or kafe.
  4. Minimalisir kontak anggota badan pada saat berduaan seperti meraba, ciuman, dll. Ciuman adalah yang paling sulit dihindari. Biasanya bagian ini dominan cowok yang memulai. Tapi jika tips 1, 2 dan 3 dah dijalankan, mudah kok melakukan tips ke-4 ini.
  5. Nggak usah pacaran. D Ini nggak recommended loh. Dan sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan tips-tips ini. Cuman untuk melengkapi, biar pas 5 biji. Hehehhehe…D Tapi kalo mau dipraktekkan, ya silahkan. Untuk sementara, kamu menemani aku yang lagi jomblo. Inget, untuk sementara loh…

Silahkan dipraktekkan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!